Bersama Allah dalam derita penyakitku
dan dalam engah kepayahanku
kumunajat mengharapkan kesembuhanku.
Ku seru: Ya Rabb! Engkau Tuhan kami!
Engkau pemberi kesembuhan .... Engkaulah ....
Engkaulah harapanku.
Bagiku tiada selainMu
Apabila terus berlanjut penyakitku
KepadaMu kuserahkan pundak segala petaka.
Manusia sekitarku amatlah banyak
tetapi mereka sedikit ....
dalam tanggung jawab atas beban-beban
"saudara manfaat" dan "kawan-kawan yang lapang"
dalam keborosan dan kekayaan.
Tapi mereka kosong, mereka hampa
atas ujian yang menimpanya.
Tuhan dan jiwaku ....
atau kelenyapan kekayaanku
pabila kutuju seorang kawan yang ikhlas,
dan mencari dengan penuh keinginan,
tentang orang yang amanat,
kudapati diantara para kawan
orang-orang yang mulia ....
mereka itu dalam hakekatnya ....
itulah orang-orang yang ikhlas.
Tapi pertolongan Allah lebih kuat
untuk selama-lamanya ....
dan lebih mulia dari kawan-kawanku
dan dari musuh-musuhku.
Maka Allah atas manusia, atas wujud kita
atas kehidupan dan ....
alamnya orang yang hidup.
MAHA SUCI ALLAH
Maha kuat Tuhan kami ....
Tuhanku .... "Tuhan guna" dan "Tuhan petaka"
kubersamaNya Yang Maha Agung
dengan jiwaku ....
walau perasaanku dalam kesukaran ....
penuh kepayahan.
Oleh: Ahmad Ustman Almaraghi