Minggu, 26 Februari 2012

Aku Lelaki Renta

Aku lelaki renta...
yang sudah lemah.
Berdiri penuh kepayahan,
terpuruk dan tak berdaya.
Hanya awan gelap yang menemani,
dan petir-petir yang siap menyambar.

Sungguh, aku tak berdaya.
Sayap-sayap kehidupanku terasa telah patah.
Kemanakah aku harus pergi?
Keputusanku tak berarti apapun,
Kehendak-Mu mutlak terjadi.

Seandainya aku menyerah dalam hidup ini,
bukanlah karena putus asa
tapi sungguh ketidak berdayaanku.

Rabu, 15 Februari 2012

Untuk saudara-saudaraku

Kesibukan keseharian terkadang melengahkan banyak hal, baik yang kita sadari maupun tidak kita sadari. Baik kegiatan yang positif maupun kegiatan yang mungkin sangat merugikan kita. Manusia-manusia tanpa kepribadian muncul, tumbuh dan berkembang menjadi roda-roda untuk memburu farta morgana duniawi.

Ya, manusia terlena bahkan terlelap khilap dan tersesat oleh kebahagiaan fana sesaat. Manusia sudah tersesat dan terlena kebahagiaan sesaat tersebut, sehingga lupa atau bahkan melupakan Maha Pencipta "Allah SWT." dan sombong, angkuh atas kehidupannya.

Dalam masa seperti ini, patutkah kita ikut terlena? Melepaskan ketinggian derajat seorang manusia tidak cukup satu kata itu kita termasuk orang yang lepas dari keterlenaan? Cukupkah seorang berkata "Saya Beriman?". Jadikan shalat, sabar, dan beramal saleh sebagai pedoman dan penolong kita.

Saudaraku, ku untai kalimat ini bukan untuk menggurui, bukan pula wujud kesombongan atau kesempurnaan diri dengan penuh ikhlas kusampaikan catatan ini sebagai pengingat bagi kita semua.
Ya, kita insan yang terlena.

Catatan: 19 November 1999

Selasa, 14 Februari 2012

BERSAMA ALLAH

Bersama Allah dalam derita penyakitku
dan dalam engah kepayahanku
kumunajat mengharapkan kesembuhanku.
Ku seru: Ya Rabb! Engkau Tuhan kami!
Engkau pemberi kesembuhan .... Engkaulah ....
Engkaulah harapanku.
Bagiku tiada selainMu
Apabila terus berlanjut penyakitku
KepadaMu kuserahkan pundak segala petaka.

Manusia sekitarku amatlah banyak
tetapi mereka sedikit ....
dalam tanggung jawab atas beban-beban
"saudara manfaat" dan "kawan-kawan yang lapang"
dalam keborosan dan kekayaan.
Tapi mereka kosong, mereka hampa
atas ujian yang menimpanya.

Tuhan dan jiwaku ....
atau kelenyapan kekayaanku
pabila kutuju seorang kawan yang ikhlas, 
dan mencari dengan penuh keinginan,
tentang orang yang amanat,
kudapati diantara para kawan
orang-orang yang mulia ....
mereka itu dalam hakekatnya ....
itulah orang-orang yang ikhlas.

Tapi pertolongan Allah lebih kuat
untuk selama-lamanya ....
dan lebih mulia dari kawan-kawanku
dan dari musuh-musuhku.
Maka Allah atas manusia, atas wujud kita
atas kehidupan dan ....
alamnya orang yang hidup.

MAHA SUCI ALLAH
Maha kuat Tuhan kami ....
Tuhanku .... "Tuhan guna" dan "Tuhan petaka"
kubersamaNya Yang Maha Agung
dengan jiwaku ....
walau perasaanku dalam kesukaran ....
penuh kepayahan.

                                           Oleh: Ahmad Ustman Almaraghi

Senin, 13 Februari 2012

Ya Allah, maha penyayang...

Ya Allah, cinta kasih-Mu datang dan pergi,
tumbuh dan hilang dalam setiap jiwa,
tak terkirakan waktu dan nilainya.
Meski kadang mencucurkan airmata,
atau meninggalkan luka dihati.

Ya Allah, maha penyayang...
Bimbinglah hati kami tuk saling memahami,
saling merindukan, saling menyayangi,
dan saling mencintai.
Meski saat ini bukan untuknya atau bukan lagi untuknya,
dan tak bersama tuk saling memiliki.

Ya Allah, maha pengasing...
Pertahankan ikatan yang telah ada,
tuk terus saling mengabdi dan melindungi.
Bukan tuk saling meragukan,
saling mengalahkan atau memenangi,
dan bukan pula tuk saling mengkhianati.

Ya Allah, maha penyayang dan maha pengasih...
Bimbinglah hati kami tuk mencari kasih-Mu,
menyatu siang dan malam dalam kasih-Mu,
hingga kesempurnaan jiwa sebagai umat-Mu.
Barakallah..., amin.

Minggu, 12 Februari 2012

Pahamilah aku...!

Aku memang telah salah jalan
Aku tak bermoral dimata kalian
Tapi, aku bukan manusia tanpa hati
bukan pula manusia tanpa iman
Aku menyadari semua itu.

Ini, bukanlah jalan pilihanku
Aku terjerumus waktu ke arah sana
dan, tak dapat kuhindari lagi
Hidup penuh keringat kenistaan ini.

Seandainya, dapat memilih
Aku mau hidup seperti kalian
hidup tenang dan tentram
Bukan kehidupanku sekarang ini
penuh air mata dan kegelisahan jiwa

Bukanlah pilihanku,
hidup penuh kenistaan ini.

Sabtu, 11 Februari 2012

Apa pentingnya pendidikan untukku?

Pendidikan merupakan usaha atau upaya seseorang yang dilakukan secara terus menerus dengan sadar, dalam upaya untuk meningkatkan perkembangan hidupnya. Melalui pendidikan manusia mampu meningkatkan kemampuan dan kematangan sikap, perilaku, kinerja, dan keterampilannya.
Kehidupan seseorang tak dapat diramalkan atau ditentukan oleh dirinya sendiri, tapi tentunya dapat diperkirakan atau diperhitungkan dengan sebuah kata kunci "kalau". Seperti, kalau saya seperti itu nanti pasti akan seperti itu.
Saya terlahir di perkampungan pada keluarga yang sangat sederhana. Suatu pagi saya keluar rumah dan duduk di kursi depan, memperhatikan kejadian di sekitar lingkungan rumah. Ada yang baru sampai dengan pakaian berlumuran lumpur, ada orang beriringan memikul barang, ada yang mu berangkat ke sawah atau kebun, ada yang mu berangkat mencari rumput, dan kegiatan-kegiatan lain di perkampungan.
Dalam hati timbul sebuah pernyataan "kalau saya tak sekolah, maka hidup saya akan seperti mereka". Ini adalah pikiran anak yang baru lulus sekolah dasar waktu itu. Maka dengan kesimpulan itu saya berontak kepada orang tua, bahwa saya mau melanjutkan sekolah ke smp. Alhamdullah, akhirnya dengan susah payah saya bisa melanjutkan sekolah ketingkat smp.

Bersambung ...