Ralph
W. Tyler, mengemukakan bahwa proses evaluasi merupakan proses yang sangat
esensial, guna memenuhi apakah tujuan (objektifitas) secara nyata telah
terealisasikan. Sedangkan, Hilda Taba, berpendapat bahwa evaluasi adalah
tingkatan dimana siswa mencapai tujuan.
Evaluasi
merupakan umpan balik mengenai keberhasilan proses belajar mengajar yang telah
dilaksanakan. Dengan kata lain, evaluasi dapat diartikan sebagai tindakan
menelaah hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.
Disamping itu, evaluasi juga berguna untuk mempertinggi hasil pelajaran, karena
erat kaitanya dengan proses belajar mengajar.
Evaluasi
bertujuan untuk memperoleh umpan balik mengenai keberhasilan proses belajar
mengajar yang telah dilaksanakan. Jika, hasil evaluasi menunjukan bahwa siswa
belum menguasai materi pelajaran, maka kita tidak dapat melanjutkan materi
selanjutnya tetapi kita harus mengulang proses belajar mengajar mengenai materi
yang sama. Sebaliknya, apabila hasil evaluasi menunjukan bahwa siswa telah
menguasi materi pelajaran, kita dapat langsung melanjutkan materi selanjutnya.
Ada
beberapa jenis penilaian yang dapat dilaksanakan, dalam kegiatan proses belajar
mengajar. Dilihat dari fungsinya penilaian dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu:
1.
Evaluasi formatif, evaluasi ini
dilaksanakan setelah siswa mengikuti suatu program pengajaran, misalnya satu
pokok bahasan.
2.
Evaluasi sumatif, dilaksanakan pada
akhir unit program, misalnya setelah beberapa pokok bahasan.
3.
Evaluasi penempatan, dilakukan untuk
mengetahui kemampuan prasyarat yang dimiliki siswa sebelum memulai atau
melanjutkan pada program pengajaran tertentu.
4.
Evaluasi diagnostik, dilakukan terhadap
hasil belajar siswa untuk mendapatkan data mengenai kelamahan, kekurangan atau
kesulitan yang dihadapi siswa dalam proses belajar mengajar.
5.
Evaluasi selektif, penilaian ini
bertujuan untuk keperluan seleksi, misalnya tes atau ujian saringan masuk
sekolah.
Dilihat
dari segi alat, penilaian hasil belajar dapat dibedakan menjadi tes dan bukan
tes. Tes bisa terdiri atas tes lisan, tes tulisan, dan tes perbuatan. Tes juga
terbagi dua jenis, yaitu:
1.
Tes Uraian atau Esai, terdiri dari
uraian bebas, uraian terbatas, dan uraian berstruktur.
2.
Tes Objektif, terdiri dari beberapa
bentuk yaitu: bentuk pilihan benar-salah, pilihan ganda, menjodohkan, dan
bentuk isian pendek atau melengkapi.
Dilihat
dari tekhnik penilaian, penilaian dapat dilakukan dengan tertulis (paper and
pen), penugasan (project), hasil kerja (product), unjuk kerja (performance),
portofolio, sikap, dan penilaian diri.
Penilaian
hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau
proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk: ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.