yang sudah lemah.
Berdiri penuh kepayahan,
terpuruk dan tak berdaya.
Hanya awan gelap yang menemani,
dan petir-petir yang siap menyambar.
Sungguh, aku tak berdaya.
Sayap-sayap kehidupanku terasa telah patah.
Kemanakah aku harus pergi?
Keputusanku tak berarti apapun,
Kemanakah aku harus pergi?
Keputusanku tak berarti apapun,
Kehendak-Mu mutlak terjadi.
Seandainya aku menyerah dalam hidup ini,
bukanlah karena putus asa
tapi sungguh ketidak berdayaanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar