Sejak
sebelum perang dunia kedua, di Indonesia sudah ada gerakan anak-anak dan pemuda
yang disebut Pandu. Menurut sejarahnya pandu lahir berkat gagasan Lord Baden
Powell, perwira tentara kerajaan Inggris. Pandu akhirnya berkembang di Inggris
dan Negara jajahan-jajahannya, kemudian merambah ke Negara lainnya. Indonesia,
yang ketika itu menjadi Negara jajahan Belanda tak luput dari pengaruh itu.
Seiring
dengan pandangan politik masyarakat kita waktu itu, maka nama pandu pun
beraneka ragam. Ada yang bernama KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia), ada Pandu
Rakyat Indonesia, Hizbul Wathan, dan masih banyak nama-nama yang lainnya.
Pendek
kata, nama dan benderanya pun bermacam-macam. Namun pada hakekatnya mereka
bertujuan sama. Mendidik anak-anak dan remaja berwatak baik, berbudi pekerti
luhur, memiliki sopan santun, serta terampil, bertanggung jawab, dan berguna
bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat.
Proklamasi
17 Agustus 1945, telah membebaskan negara kita dari belenggu penjajah. Negara
kita benar-benar memiliki kedaulatan dan terbebas dari jajahan bangsa asing.
Kita punya hak mengatur pemerintahan sendiri yang sesuai dengan kepribadian dan
cita-cita bangsa kita. Gerakan kepanduan yang lahir disaat Belanda mencokol
akhirnya ditata dan dibenahi agar sesuai dengan Negara kita. Coraknya yang
begitu beragam dipersatukan menjadi satu wadah dan satu nama. Pernah pada
tanggal 28 Desember 1945, berbagai organisasi kepanduan atas kesadaran sendiri
meleburkan diri dalam organisasi. Saying sekali organisasi kesatuan ini hanya
berlangsung 5 tahun.alam liberalism memecahkan kembali kesatuan tersebut.
Akan
tetapi, pada tanggal 20 Mei 1961. Presiden Soekarno mempersatukan kembali
berbagai aliran menjadi satu. Jadi sejak itu di Indonesia hanya memiliki satu
gerakan kepanduan. Yang dikenal sebagai Praja Muda Karana, dan kini lebih akrab
dengan nama Gerakan Pramuka.
Tujuan
utama gerakan pramuka pada hakekatnya sama dengan tujuan gerakan kepanduan yang
merupakan karakter building. Membentuk watak anak dan remaja Indonesia agar
memiliki rasa tanggung jawab terhadap putra-putri Indonesia, memiliki rasa
cinta tanah air, dan menjadi sumber daya manusia harapan bangsa. Sebagai
organisasi pendidikan kepanduan satu-satunya di Indonesia. Pemerintah telah
memberikan kepercayan dan kehormatan melalui Keppres No. 238 tahun 1961 Juncto
Keppres No. 45 tahun 1974, untuk membina generasi muda dari usia 7 hingga 21
tahun dengan gaya yang khas.
Penyelenggaraan
pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indonesia sepenuhnya
dipercayakan kepada Gerakan Pramuka. Organisasi ini merupakan satu-satunya
badan yang diperbolehkan menyelenggarakan pendidikan kepanduan, yang sekarang
lebih dikenal kepramukaan.
Pembinaan
dan pengembangan generasi muda merupakan masalah yang begitu penting dan mendesak. Mengapa? Pertumbuhan dan
perkembangan generasi muda sangat menentukan perkembangan dan kemajuan bangsa
serta Negara Indonesia dimasa mendatang. Guna mencapai tujuan tersebut, sangat
dibutuhkan suatu perjuangan. Tak pelak lagi, perjuangan ini adalah kewajiban
generasi muda sebagai pelopor dan penerus perjuangan bangsa yang terlibat
langsung dalam era pembangunan bangsa.
Upaya pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka,
seperti yang ada dalam imajinasi kita sebenarnya sudah ada dan wajib digunakan.
Yaitu gambaran ideal seperti yang tersurat dalam bait lagu kebangsaan Indonesia
Raya, “Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku”. Selanjutnya gambaran
operasional, “pramuka sebagai pelopor pembentukan manusia-manusia pancasila”.
Ungkapan ini pernah diutarakan Bapak Presiden dalam pidatonya pada tanggal 12
April 1976 di Jakarta. Ketika membuka Musyawarah Kerja Kwartir Nasional dan
Kwartir Daerah se-Indonesia. Pidatonya terkenal dengan nama Eka Prasetya Pancakarsa.
Gambaran ideal tentang ini telah dipertegas lagi sebagai
pelopor pembentukan insan pancasila. Ini berarti, pramuka akan menjadi insan
pancasila karena sikap. Dengan kata lain, unsur keteladanan menjadi bagian yang
menonjol. Inilah wadah yang tepat dan layak, untuk membina kader-kader bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar