Minggu, 04 Maret 2012

Evaluasi


Ralph W. Tyler, mengemukakan bahwa proses evaluasi merupakan proses yang sangat esensial, guna memenuhi apakah tujuan (objektifitas) secara nyata telah terealisasikan. Sedangkan, Hilda Taba, berpendapat bahwa evaluasi adalah tingkatan dimana siswa mencapai tujuan.
Evaluasi merupakan umpan balik mengenai keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Dengan kata lain, evaluasi dapat diartikan sebagai tindakan menelaah hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Disamping itu, evaluasi juga berguna untuk mempertinggi hasil pelajaran, karena erat kaitanya dengan proses belajar mengajar.
Evaluasi bertujuan untuk memperoleh umpan balik mengenai keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Jika, hasil evaluasi menunjukan bahwa siswa belum menguasai materi pelajaran, maka kita tidak dapat melanjutkan materi selanjutnya tetapi kita harus mengulang proses belajar mengajar mengenai materi yang sama. Sebaliknya, apabila hasil evaluasi menunjukan bahwa siswa telah menguasi materi pelajaran, kita dapat langsung melanjutkan materi selanjutnya.
Ada beberapa jenis penilaian yang dapat dilaksanakan, dalam kegiatan proses belajar mengajar. Dilihat dari fungsinya penilaian dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu:
1.        Evaluasi formatif, evaluasi ini dilaksanakan setelah siswa mengikuti suatu program pengajaran, misalnya satu pokok bahasan.
2.        Evaluasi sumatif, dilaksanakan pada akhir unit program, misalnya setelah beberapa pokok bahasan.
3.        Evaluasi penempatan, dilakukan untuk mengetahui kemampuan prasyarat yang dimiliki siswa sebelum memulai atau melanjutkan pada program pengajaran tertentu.
4.        Evaluasi diagnostik, dilakukan terhadap hasil belajar siswa untuk mendapatkan data mengenai kelamahan, kekurangan atau kesulitan yang dihadapi siswa dalam proses belajar mengajar.
5.        Evaluasi selektif, penilaian ini bertujuan untuk keperluan seleksi, misalnya tes atau ujian saringan masuk sekolah.
Dilihat dari segi alat, penilaian hasil belajar dapat dibedakan menjadi tes dan bukan tes. Tes bisa terdiri atas tes lisan, tes tulisan, dan tes perbuatan. Tes juga terbagi dua jenis, yaitu:
1.        Tes Uraian atau Esai, terdiri dari uraian bebas, uraian terbatas, dan uraian berstruktur.
2.        Tes Objektif, terdiri dari beberapa bentuk yaitu: bentuk pilihan benar-salah, pilihan ganda, menjodohkan, dan bentuk isian pendek atau melengkapi.
Dilihat dari tekhnik penilaian, penilaian dapat dilakukan dengan tertulis (paper and pen), penugasan (project), hasil kerja (product), unjuk kerja (performance), portofolio, sikap, dan penilaian diri.
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil belajar dalam bentuk: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar