Minggu, 04 Maret 2012

Model Pembelajaran

Model pembelajaran digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam  proses pembelajaran. Dimana model pembelajaran merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang didasarkan pada pengalaman, yang memungkinkan siswa belajar bagaimana caranya belajar (learning how to learn). Sehingga pembelajaran berpusat pada siswa dan keaktifan siswa, dan guru berperan sebagai fasilitator/mediator dan motivator siswa dalam proses belajar.
Menurut Olivia (1992:413), “models of teaching are strategis based on theories (and often the research) of educators, psychologist, philosophers, and others who question how individual learn”. Hal ini berarti setiap model mengajar atau pembelajaran harus mengandung suatu rasional yang didasarkan pada suatu teori, berisi serangkaian langkah yang strategi yang dilakukan guru maupun siswa, didukung dengan sistem  penunjang atau fasilitas pembelajaran, dan metode untuk mengevaluasi kemajuan belajar siswa.
Sedangkan Joyce & Weil (1980) mendefinisikan model pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar. Jadi model pembelajaran cenderung preskriptif, yang relatif sulit dibedakan dengan strategi pembelajaran.
Model pembelajaran yang digunakan dalam pengalaman belajar siswa, diharapkan akan terjadinya aktivitas belajar siswa yang tinggi pada keterampilan proses. Keterampilan proses merupakan pendekatan belajar mengajar yang mengarah pada pengembangan kemampuan-kemampuan mental, fisik, dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan-kemampuan yang lebih tinggi dalam diri siswa (Depdikbud 1990:9).
Banyak model pembelajaran yang dikemukakan para ahli, seperti: model examples non-examples, numbered heads together, jigsaw, make a match, role playing, reading guide, dan sebagainya. Salah satu model Reading Guide merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk materi yang membutuhkan waktu banyak yang tidak mungkin di jelaskan semuanya dalam kelas. Untuk mengefektifkan waktu, maka siswa di beri tugas membaca dan menjawab pertanyaan atau kisi- kisi untuk dikerjakan siswa, karena dalam penggunaan strategi tersebut siswa juga ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran.
            Langkah-langkah model reading guide sebagai berikut:
  1. Tentukan bacaan yang akan dipelajari
  2. Buat pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab atau kisi-kisi untuk mengerjakan permasalahan berdasarkan bacaan yang telah ditentukan.
  3. Bagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisi yang telah disiapkan kepada para peserta didik.
  4. Tugas para peserta didik, mempelajari bacaan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memecahkan permasalahan berdasarkan kisi-kisi yang ada. Kegiatan menjawab pertanyaan atau kisi-kisi bisa secara individual, atau kelompok. Batasi aktivitas para peserta didik, sehingga tidak memakan waktu yang berlebihan.
  5. Bahaslah bersama contoh jawaban atau pekerjaan dari peserta didik. Berikan ulasan dan kesimpulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar