Model
pembelajaran digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran. Dimana model
pembelajaran merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang didasarkan pada
pengalaman, yang memungkinkan siswa belajar bagaimana caranya belajar (learning
how to learn). Sehingga pembelajaran berpusat pada siswa dan keaktifan siswa,
dan guru berperan sebagai fasilitator/mediator dan motivator siswa dalam proses
belajar.
Menurut
Olivia (1992:413), “models of teaching are strategis based on theories (and
often the research) of educators, psychologist, philosophers, and others who
question how individual learn”. Hal ini berarti setiap model mengajar atau
pembelajaran harus mengandung suatu rasional yang didasarkan pada suatu teori,
berisi serangkaian langkah yang strategi yang dilakukan guru maupun siswa,
didukung dengan sistem penunjang atau
fasilitas pembelajaran, dan metode untuk mengevaluasi kemajuan belajar siswa.
Sedangkan Joyce & Weil (1980)
mendefinisikan model pembelajaran sebagai kerangka konseptual yang digunakan
sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran. Dengan demikian, model
pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang
sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan
belajar. Jadi model pembelajaran cenderung preskriptif, yang relatif sulit
dibedakan dengan strategi pembelajaran.
Model
pembelajaran yang digunakan dalam pengalaman belajar siswa, diharapkan akan
terjadinya aktivitas belajar siswa yang tinggi pada keterampilan proses.
Keterampilan proses merupakan pendekatan belajar mengajar yang mengarah pada
pengembangan kemampuan-kemampuan mental, fisik, dan sosial yang mendasar
sebagai penggerak kemampuan-kemampuan yang lebih tinggi dalam diri siswa
(Depdikbud 1990:9).
Banyak
model pembelajaran yang dikemukakan para ahli, seperti: model examples
non-examples, numbered heads together, jigsaw, make a match, role playing,
reading guide, dan sebagainya. Salah satu model Reading
Guide merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk materi yang
membutuhkan waktu banyak yang tidak mungkin di jelaskan semuanya dalam kelas.
Untuk mengefektifkan waktu, maka siswa di beri tugas membaca dan menjawab
pertanyaan atau kisi- kisi untuk dikerjakan siswa, karena dalam penggunaan
strategi tersebut siswa juga ikut berperan aktif dalam
proses pembelajaran.
Langkah-langkah model reading guide sebagai berikut:
- Tentukan bacaan yang akan dipelajari
- Buat pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab atau kisi-kisi untuk mengerjakan permasalahan berdasarkan bacaan yang telah ditentukan.
- Bagikan bahan bacaan dengan pertanyaan atau kisi-kisi yang telah disiapkan kepada para peserta didik.
- Tugas para peserta didik, mempelajari bacaan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan atau memecahkan permasalahan berdasarkan kisi-kisi yang ada. Kegiatan menjawab pertanyaan atau kisi-kisi bisa secara individual, atau kelompok. Batasi aktivitas para peserta didik, sehingga tidak memakan waktu yang berlebihan.
- Bahaslah bersama contoh jawaban atau pekerjaan dari peserta didik. Berikan ulasan dan kesimpulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar